Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » News » Kerja Nyata Laila Istiana dalam Pengembangan Pariwisata

Kerja Nyata Laila Istiana dalam Pengembangan Pariwisata

(44 Views) March 6, 2019 10:25 am | Published by | No comment

Info Wisata –  Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Indonesia memasang target 20 juta kunjungan wisata dengan pemasukan 20 miliar dolar AS. Selain itu, sektor pariwisata ditargetkan menjadi penyumbang terbesar devisa negara, mengungguli kelapa sawit yang telah lebih dulu menjadi penyumbang terbesar devisa negara.

Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Laila Istiana Diana Savitri, mengatakan target 20 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2019 ini seharusnya dicapai dengan melakukan penghitungan yang benar, bukan semua orang yang bepergian dihitung sebagai wisatawan.

Laila Istiana juga menyoroti masalah sarana dan prasana destinasi wisata yang sebagian masih jauh dari kata layak. Anggaran untuk promosi luar negeri lebih dua kali lipat dari anggaran untuk pengembangan destinasi wisata, yakni Rp3 triliun untuk promosi dan Rp1,4 triliun untuk pengembangan tempat wisata. Pembagian itu, menurut Laila, tidak tepat. Seharusnya sarana dan prasarana didahulukan agar, ketika wisatawan mancanegara datang karena kepincut promosi, mereka tidak kecewa dengan kondisi tempat wisata yang tidak sesuai promosi.

Di daerah Dieng, misalnya, hanya ada satu akses menuju tempat wisata. Ketika ada upacara potong rambut gembel yang biasa digelar pada bulan Agustus, terjadi kemacetan akibat banyak orang berkunjung namun jalan yang tersedia hanya satu. Belum lagi masalah buruknya kualitas jalan menuju tempat wisata, yang banyak terjadi di luar Pulau Jawa. Promosi menarik namun tidak dibarengi dengan sarana dan prasarana yang memadai akan membuat wisatawan kapok untuk kembali berkunjung. Tempat wisata yang baik ialah yang mampu membuat wisatawan lebih dari satu kali berkunjung dan menjadikan wisatawan sebagai promosi bagi calon wisatawan lainnya.

Fasilitas di tempat wisata juga masih banyak yang perlu dibenahi. Toilet di banyak tempat wisata di Indonesia masih banyak yang kotor, terutama yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah. Tempat ibadah, seperti musola, juga banyak yang masih perlu perbaikan. Masalah tempat ibadah biasanya adalah keran yang tidak berfungsi, karpet yang bau dan kotor, dan ruang yang terlalu sempit.

Masalah lainnya adalah soal fasilitas hiburan, semisal perahu yang disewakan di destinasi wisata setu atau danau. Di banyak tempat wisata, banyak perahu yang terpajang di tepi danau tetapi tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan. Akibatnya, pengunjung harus rela mengantre untuk bisa menaiki perahu. Atau saung-saung yang disediakan di tepi danau tetapi malah digunakan pedagang makanan. Akibatnya, pengunjung terpaksa menyewa tikar untuk menikmati pemandangan danau.

Selain fasilitas, masalah sumber daya manusia menjadi perhatian Laila Istiana. Di negeri kita, masih banyak pemandu wisata alias tour guide yang kurang mumpuni dalam melayani pengunjung. Mulai dari kurang terampilnya berbahasa asing, kurang pengetahuan tentang tempat wisata, hingga kurang ramahnya tour guide melayani wisatawan. Untuk itu, Laila Istiana sudah menyelenggarakan program bimbingan teknis untuk para pelaku pariwisata, seperti pihak biro wisata dan pemandu wisata.

Sejak 2014 hingga kini, Laila Istiana sudah menggelar 18 bimbingan teknis pariwisata. Dalam program tersebut, para pelaku pariwisata diberikan pemahaman mengenai aspek-aspek yang menyangkut pariwisata, seperti cara pelayanan, fasilitas tempat wisata, dan peran masyarakat sekitar tempat wisata. Dikembangkannya sebuah tempat menjadi objek wisata selayaknya mengikutsertakan masyarakat sekitar.

Selain mengundang investasi luar untuk membangun hotel atau restoran, masyarakat sekitar bisa memanfaatkan lahannya untuk tempat penginapan murah meriah. Biasanya wisatawan mancanegara lebih menyukai penginapan di kampung agar bisa merasakan hidup sebagai warga setempat. Kuliner khas masyarakat sekitar juga bisa dijadikan pengalaman lidah yang baik bagi para wisatawan, juga bisa dikemas dengan apik untuk dijadikan oleh-oleh. Dengan demikian, tujuan pariwisata, seperti tertuang dalam Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, di antaranya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, dan mengatasi pengangguran, dapat tercapai.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Tags: ,
Categorised in:

No comment for Kerja Nyata Laila Istiana dalam Pengembangan Pariwisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *